ANALISA POSTUR KERJA PROSES INSPECTION KODE IP 058027 DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTERY BODY ASSESMENT (REBA) DI PT. ANEKA BONECOM COMPONENT

Main Article Content

Denny Setiaji
M. Fajar Nurwildani

Abstract

Rapid Entry Body Assessment (REBA) adalah metodologi yang telah dikembangkan dalam bidang ergonomi. Metode ini dirancang untuk menilai dengan cepat postur atau posisi yang diadopsi oleh pengguna, dengan fokus khusus pada leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan kaki. Selain itu, pendekatan ini juga mempertimbangkan variabel seperti komunikasi, beban eksternal yang ditopang oleh tubuh, dan tugas-tugas yang dilakukan oleh pekerja. Penentuan biaya penggunaan metode ini didasarkan pada keperluannya. REBA memungkinkan pelaksanaannya dengan waktu yang relatif singkat tanpa memerlukan persiapan yang rumit, sehingga dapat memberikan gambaran umum tentang aktivitas yang dapat mengakibatkan risiko pada pengguna. Sebuah faktor penting dalam konteks industri adalah peran penting dari posisi pekerjaan, yang perlu diperhatikan oleh manajer dalam menjalankan tugasnya. Untuk mencapai tingkat produktivitas yang optimal bagi pengguna, penting untuk menggunakan sebuah metode yang dapat mengukur secara akurat posisi kerja yang diterapkan oleh mereka. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu pendekatan yang digunakan adalah metode yang dikenal sebagai REBA, yang merupakan singkatan dari Rapid Entery Body Assessment. Metode ini merupakan suatu inovasi dalam bidang ergonomi yang digunakan untuk secara cepat mengevaluasi posisi kerja atau posisi tubuh seorang pekerja selama bekerja. Proses analisis dalam metode REBA mencakup aspek-aspek penting seperti leher, punggung, tangan, pergelangan tangan, dan kaki pengguna. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko gangguan traumatis kumulatif (CTD) yang seringkali disebabkan oleh kekuatan yang berlebihan dalam gerakan sehari-hari, gerakan yang kaku, pengulangan gerakan yang sama berulang-ulang, serta kurangnya kesempatan untuk istirahat. Hasil dari penghitungan REBA untuk proses inspeksi menunjukkan angka 6, yang menandakan bahwa tingkat risiko kelelahan berada pada tingkat sedang dan menyarankan perlunya tindakan perbaikan. Dalam analisis perhitungan posisi kerja pada proses pemeriksaan dengan menggunakan metode REBA, kelompok A memiliki skor 6, sedangkan kelompok B memiliki skor 3, sehingga nilai akhir metode REBA adalah 6. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kondisi ergonomi posisi kerja staf inspeksi dalam proses inspeksi. Dengan demikian, dapat disarankan bahwa perbaikan dalam sikap kerja para pekerja dalam proses inspeksi sangat penting untuk meningkatkan tingkat ergonomi.

Article Details

Section
Articles