Faktor Anak Kepribadian Ambivert Dengan Pola Asuh Orang Tua Yang Permisif Kelurahan Tunon Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membantu para individu dalam mengurangi rasa permisif karena midlife crisis, melalui layanan konseling individu dengan teknik expressive writing. Penelitian ini dilakukan di Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Metode dalam penelitian ini menggunakan mix method atau pengombinasian dari penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan jenis sequential explanatory (urutan pembuktian). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi (skala likert), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian kuantitatif menggunakan analisis deskripstif, sedangkan untuk penelitian kualitatif menggunakan teknik triangulasi sumber yang nantinya dipadukan. Hasil yang diperoleh selama penelitian berlangsung adalah bahwa individu yang sudah memasuki masa paruh baya akan mengalami suatu hal yang membuat dirinya merasa kurang nyaman, sehingga menjadikan sebuah konflik batin atas perubahan yang terjadi pada fisik dan lainnya. Maka, timbullah kecemasan pada dirinya karena beberapa faktor. Faktor penyebab utama dirinya mengalami hal tersebut adalah usia yang sudah tidak muda lagi. Untuk itu rasa sadar dalam penerimaan dirinya yang mengalami perubahan sangat kurang. Dengan demikian menyebabkan rasa malu muncul, karena keadaan yang belum siap, sehingga menjadikan dirinya mengalami suatu kekrisisan akan kepercayaan diri atau sering disebut dengan midlife crisis. Pemberian layanan konseling individu dengan teknik expressive writing sebagai upayanya dapat dikatakan cukup berhasil dalam membantu mengurangi kecemasan pada individu yang mengalami midlife crisis. Hal ini menjadikan perasaan para individu ini lebih lega, tenang, dan rileks, setelah menjalankan teknik tersebut. Berkurangnya kecemasan yang terjadi pada individu, nampak pada hasil skor skala psikologi sebagai alat tesnya. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang sebelumnya memiliki kecemasan pada kategori tinggi, setelah diberikan layanan konseling individu dengan teknik expressive writing berada pda kategori sedang.
Article Details
References
Arif Rokhman, Muh. (2019). Identifikasi, Oedipus-Kompleks dan Krisis Paruh Baya dalam Midnight All Day . 226-243.
Creswell, John W. (2021). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Djamal, D. M. (2015). Paradigma Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Jakarta: Pustaka Pelajar.
Dona Fitri Annisa & Ifdil. (2016). Konsep Kecemasan (Anxiety) pada Lanjut Usia (Lansia). Konselor, 93-99.
Fitri Annisa, Dona & Ifdli. (2016). Konsep Kecemasan (Anxiety) pada Lanjut Usia (Lansia). Konselor, 93-99.
Fitria, Ida; Faradina, Syarifah; Rizqina, Fathi; Janah, Taifatul; Fajri, Ayu; Hadi, Fajmal; Sari, Ratna Maya; A'la, Nurul;. (2019). Menulis Ekspresif untuk anak jalanan. Psikoislamedia, 125-139.
Gayatri, Dewi. (2017). Desain Instrumen Pengukuran Sikap. Keperawatan Indonesia, 76-80.
Gumilang, Galang Surya. (2016). metode penelitian kualitatif dalam bidang bimbingan dan konseling. Fokus Konseling, 144-159.
Hurlock, Elizabeth B. (2018). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Iryana; Kawasati, Risky;. (2017). Teknik Pengumpulan Data Metode Kualitatif.
Jackson, Mark. (2019). Life Begins At 40 : The Demographic and Cultural. Wellcome Centre For Cultures and Environments of Health, University of Exeter, 345-364.
Kurniasari, Alit. (2017). Krisis Paruh Baya dan Penanganannya. Kesejahteraan Sosial, 165-179.
Mustaqim. (2016). Kuantitatif Kualitatif Mix Method suatu pendekatan alternatif.
N. Laela, Faizah. (2017). Bimbingan Konseling Keluarga Edisi Revisi. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press.
Nevy Kusuma Danarti, Angga Sugiarto, Sunarko. (2018). Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Penurunan Depresi, Cemas, Dan Stres Pada Remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 48-61.
Prayitno & Amti, Erman. (2018). Dasar-Dasar Bimbingan & Konseling. Jakarta : Rineka Cipta.
Purnamarini, D. P. (2016). Pengaruh Terapi Expressive Writing Terhadap Penurunan Kecemasan Saat Ujian. Bimbingan Konseling, 36-42.
R. Fadli, Muhammad. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif.
Sindoro, Lidwina Florentina. (2016). Efektivitas Expressive Writting Sebagai Reduktor Psychological Distress.
Sonza, Tiara dkk. (2020). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Kemandirian Activities of Daily Living Pada Lansia. Jurnal Human Care, 688-695.
Sukendra, I Komang; Atmaja, I Kadek Surya;. (2020). Instrumen Penelitian. Bali: Mahameru Press.
Sutoyo, Anwar. (2017). Pemahaman Individu (Observasi, Checklist, Interview, Kuesioner dan Sosiometri). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tania, Clara; Saptiningsih, Monika; Niman , Susanti;. (2019). Pengaruh Terapi Menulis Ekspresif Terhadap Tingkat Kecemasan. Keperawatan jiwa, 179- 184.
Tiara Sonza, Isna Aglusi Badri, Roza Erda. (2020). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tingkat Kemandirian Activities Of Daily Living Pada Lansia. Jurnal Human Care, 688-695.
Willis, Sofyan. (2017). Konseling Individual : Teori & Praktek. Bandung: Alfabeta.
Wong, Chen Sung; Chua, Melissa Jane; Prihadi, Kususanto Ditto;. (2021). Mengurangi Depresi dan Meningkatkan Perasaan Positif dengan Tulisan Ekspresif. International Ilmu Kesehatan Masyarakat, 433-444.
Zaenal Abidin. (2016). BILA Kecemasan Mendera Tugas Konseling Mencari Solusinya. Komunika, 323-341.