Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Menghadapi Anak Broken Home Korban Perceraian

Main Article Content

Yuni Mustika
Sukoco KW
M. Aris Rofiqi

Abstract

Korban dari sebuah perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan (suami-istri), namun juga melibatkan anak khususnya yang memasuki usia remaja, perceraian merupakan beban tersendiri bagi anak, sehingga berdampak pada psikis. Reaksi anak terhadap perceraian orang tuanya, sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum, selama dan sesudah perceraian, sehingga dampak perceraian orang tua memang dapat memberikan dampak buruk bagi anak, baik fisik maupun psikologis anak. Perceraian memang perlu dipertimbangkan matang-matang, dan orang tua harus bisa memberikan pengertian yang baik kepada anak, sehingga dapat mengurangi dan mengatasi dampak buruk pada anak pada saat perceraian terjadi. Akan tetapi fungsi keluarga untuk memberikan pengertian dan perhatian pada anak/remaja ternyata tidak berfungsi dalam kaitannya dengan kasus sebuah perceraian

Article Details

Section
Articles

References

Putri Erika Ramadhani, Hetty Krisnani. 2019. Analisis Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Anak Remaja.Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Jurnal Pekerjaan Sosial..Vol 2 No 1.
Sabilla Hasanah dkk, 2016.Broken Home Pada Remaja dan Peran Konselor. Jurnal Pendidikan Indonesia.. Vol 2 No 2
Faqih, Aunur Rahim. 2001. Bimbingan dan Konseling Dalam Islam. Jakarta: UII Press.
Uswatun Hasanah. 2019. Pengaruh Perceraian Orang Tua Bagi Psikologis Anak.IAIN Metro Lampung. Jurnal Agenda. Vol 2 No 1.
Ahmad Juntika Nurihsan. 2007. Bimbingan dan Konseling Dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT. Refika Aditama.