PENERAPAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING MENGGUNAKAN UNSUR BUDAYA MAKANAN KHAS TEGAL PADA MATERI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI (LHO)

Isi Artikel Utama

Kharisma Ibnu Rasyid
Agus Riyanto
Puspita Setyaningrum

Abstrak

Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beragam latar belakang budaya. Oleh karena itu, latar belakang budaya peserta didik perlu diakomodasi pada proses pembelajaran sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi akademis serta membantu peserta didik untuk mengenali dan memperkokoh identitas budayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran tanggap budaya atau Culturally Responsive Teaching (CRT) pada materi teks laporan hasil observasi menggunakan unsur budaya lokal berupa makanan khas Tegal yaitu Kupat Glabed terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik penelitian analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Culturally Responsive Teaching (CRT) efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Pembelajaran menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) memudahkan peserta didik untuk memahami konsep teks laporan hasil observasi dengan tema budaya lokal yang kontekstual. Langkah pembelajaran dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) membantu proses peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik ditandai dengan keaktifan selama kegiatan diskusi dan evaluasi pemecahan masalah. Kata kunci: culturally responsive teaching, kupat glabed, teks laporan hasil observasi, pemahaman konsep, dan berpikir kritis.

Rincian Artikel

Bagian
Articles